Menurut teori lempeng tektonik, permukaan bumi
terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik besar. Lempeng tektonik adalah
segmen keras kerak bumi yang mengapung diatas astenosfer yang cair dan panas.
Oleh karena itu, maka lempeng tektonik ini bebas untuk bergerak dan saling
berinteraksi satu sama lain. Daerah perbatasan lempeng-lempeng tektonik,
merupakan tempat-tempat yang memiliki kondisi tektonik yang aktif, yang
menyebabkan gempa bumi, gunung berapi dan pembentukan dataran tinggi. Teori
lempeng tektonik merupakan kombinasi dari teori sebelumnya yaitu: Teori
Pergerakan Benua (Continental Drift) dan Pemekaran Dasar Samudra (Sea Floor
Spreading).
Minggu, 08 Januari 2012
GERHANA
Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi.
Terjadi apabila kedudukan bulan ada di atara bumi dan matahari, sehingga cahaya matahari terhalang oleh bulan dan matahari menjadi gelap.
Senin, 02 Januari 2012
Nusantara: Sejarah Indonesia
oleh Giyanto Giy pada 17 Oktober 2011 pukul 13:31
Karya Vlekke memiliki beberapa keunggulan. Cara penyuguhannya yang ringan kemudian diikuti oleh ilustrasi-ilustrasi dan detail-detail yang kaya akan data menciptakan karya ini tidak bisa disebut karya sejarah biasa. Pada bagian pendahuluan dijelaskan garis besar kondisi geografis Nusantara, kemudian pada bab pertama hingga bab tiga menjelaskan garis besar sejarah Indonesia semasa kejayaan Kerajaan Hindu-Budha di Jawa dan Sumatera. Kemudian masuknya Islam dan bangsa Eropa awal, yaitu Portugis, dimulai pada Bab empat. Bab lima kemudian menyuguhkan kisah bagaimana pedagang dari negeri Rendah, Belanda, datang. Bab tersebut hingga bab penutup, yaitu bab enam belas, banyak menjelaskan bagaimana evolusi itu terjadi hingga meletusnya revolusi kemerdekaan yang diawali oleh persaingan antara ide-ide konservatif dan liberal di parlemen belanda sehingga mempengaruhi kebijakan-kebijakan politik dan pendidikan di negeri koloni Hindia Timur.
ZAMAN BERGERAK
ZAMAN BERGERAK
oleh Giyanto Giy pada 9 November 2011 pukul 11:24
Takashi mengambil fokus penelitian historisnya pada periode pergerakan yang terjadi di Surakarta dan sekitarnya---termasuk Semarang dan Jogjakarta---pada tahun 1912-1926. Periode tersebut dijadikan fokus penelitiannya karena pada masa itulah “embrio” pergerakan yang meningkatkan kesadaran nasional mulai terbangun dalam bentuknya yang lebih modern, yaitu organisasi. Namun demikian, Takashi tidak memfokuskan diri pada “pergerakan organisasi” itu sendiri, tapi lebih menekankan bagaimana seorang individu pelaku pergerakan berpikir, menulis dan berkata serta bertindak sebagai orang pertama. Alhasil dari cara pendekatan seperti itu, Takashi mampu mendeskripsikan makna pergerakan dari sudut pandang individual yang unik. Dimana mereka—sang pelaku sejarah---selalu mencoba mencomot, memungut dan menyusun ulang pemikiran atau ide-ide yang diperoleh dari bermacam gagagasan---Sosialisme Marx dan Islamisme---untuk memaknai tindakan mereka dalam memperjuangkan dunia yang sepenuhnya baru, yaitu Indonesia/Hindia.
EXPLORING THE ISSUES-ISSUES OF KNOWLEDGE GEOGRAPHY [1]
MENJELAJAHI PERSOALAN-PERSOALAN PENGETAHUAN GEOGRAFI[1]
oleh Giyanto Giy pada 31 Desember 2011 pukul 12:44
Oleh: Giyanto
And the end of all our exploringWill be to arrive where we startedAnd know this place for the first timeT. S. Eliot, Little Gidding[2]
Sejak kecil saya bukan termasuk anak yang nakal. Tapi, karena hidup dalam lingkungan teman-teman yang cukup nakal, memberi kesempatan saya untuk ikut mengalami pengalaman-pengalaman nakal. Kenakalan selalu menciptakan gairah. Sebuah gairah untuk menjelajahi hal-hal yang dianggap tabu atau baru: mencuri buah milik tetangga, mengintip, menyerang truk-truk yang lewat dengan ketapel, menyeberang sungai walaupun tak mampu berenang, berjalan di atas pembuangan kotoran babi hanya sekedar untuk menonton lomba kompetisi sepak bola antar kampung, bersepeda sejauh 20 km untuk menelesuri goa-goa karst, kebut-kebutan dengan sepeda menjelajahi lorong-lorong kota, mengunjungi makam-makam wali yang ada di gunung, menyusuri pantai, menyusuri sawah dan juga menyusuri sungai.
Langganan:
Komentar (Atom)
